Lukaku Menjadi Korban Baru Pelecehan Rasial Tifosi Cagliari

Tifosi Cagliari balik lagi berulah. Kala Radja Nainggolan dkk menjamu Inter Milan, Senin (2/9) dini hari WIB, mereka berbuat pelecehan rasial kepada Romelu Lukaku. Hal tersebut berlangsung sebelum dan usai sang penyerang menyarangkan goal dari titik putih di menit ke-72.

Saat Lukaku hendak mengeksekusi tembakan penalti menuju gawang Robin Olsen, beberapa tifosi Cagliari membikin suara-suara yang di antaranya menirukan suara kera. Tapi, hal tersebut percuma saja. Mentalitas sang bintang tidak rubuh. Ia bisa mengerjakan eksekusi dengan bagus.

Lukaku menjadi sasaran baru pelecehan rasial dari para tifosi Cagliari. Musim kemarin, Moise Kean dan Blaise Matuidi mendapatkan hal sama. Ketika itu, Kean yang tengah berjersey Juventus melayangkan respons yang tidak kalah provokatif saking jengkelnya.

Tidak kayak Kean, Lukaku tidak memperlihatkan respon berlebihan walau sebal dan muak. Malah temannya, Milan Skriniar, yang lumayan demonstratif. Ia menempatkan jari telunjuk di bibir untuk minta para tifosi Cagliari diam.

“Nyanyian-nyanyian bernada rasial pada Lukaku? Saya mendengar hal-hal yang harus tidak ada di sepakbola. Jadi, saya meminta para fan Cagliari untuk tutup mulut! ” cetus Skriniar sebagaimana dilansir Football5Star. com dari FedeNerazzurra.

Pelecehan rasial kepada bintang-bintang musuh tampak seperti menjadi budaya yang mengakar pada para tifosi Cagliari. Dari tahun menuju tahun, hal ini terus mereka kerjakan. Di samping Romelu Lukaku, Blaise Matuidi, dan Moise Kean, bintang-bintang lainnya yang jua jadi sasaran ialah Sulley Muntari, Mario Balotelli, dan Samuel Eto’o.

Leave a Comment

Your email address will not be published.